Langsung ke konten
Blog
PanduanTerbit 2 menit baca

Tawarkan jasa pertama tanpa bentrok dengan kantor

Cara mengirim penawaran pertama ketika Anda masih bekerja penuh waktu, dari memilih penerima sampai kalimat pesannya, tanpa menyentuh pelanggan dan aset kantor.

Penawaran pertama adalah langkah yang paling sering ditunda. Alasannya jarang soal keahlian. Yang membuat ragu biasanya pertanyaan lain: bolehkah saya menawarkan ini selagi masih bekerja? Bagaimana kalau kantor tahu?

Jawabannya bukan sembunyi-sembunyi. Jawabannya adalah menawarkan dengan cara yang tidak perlu disembunyikan.

Contoh: penawaran pertama Raka

Raka, 29 tahun, masih bekerja penuh waktu sebagai arsitek perangkat lunak dan AI. Profilnya fiktif, dari laporan contoh NEXPRO. Peluang 1 di laporannya adalah menjadi kepala teknologi dan AI paruh waktu untuk perusahaan menengah. Lampu untuk peluang itu kuning: bidangnya dekat dengan pekerjaan utamanya, jadi ia perlu memastikan dulu sebelum mulai. Raka juga baru kadang-kadang menawarkan jasa, belum sering.

Pesan yang ia kirim dari akun pribadinya, di luar jam kerja, ke seorang pemilik usaha yang pernah melihat sistem buatannya:

Selamat malam, Pak. Tahun lalu Bapak sempat melihat sistem antrean yang saya bangun. Sekarang saya membuka jasa kepala teknologi paruh waktu: dua hari sebulan, saya memegang arah teknologi dan AI perusahaan Bapak. Satu halaman penjelasannya saya lampirkan, harganya tertulis di sana. Kalau relevan, saya senang bicara 20 menit minggu depan.

Pendek, jelas siapa pengirimnya, jelas apa yang ditawarkan, dan harganya tidak disembunyikan.

Enam langkah

  1. Selesaikan dulu lampu kuningnya. Baca kontrak kerja dan peraturan perusahaan. Kalau ada yang mengatur pekerjaan di luar kantor, minta izin tertulis sebelum penawaran pertama, bukan sesudahnya.
  2. Pilih penerima di luar lingkaran kantor. Bukan pelanggan, pemasok, atau pesaing kantor Anda sekarang. Orang yang pernah melihat hasil kerja Anda di luar urusan kantor adalah pilihan terbaik.
  3. Pakai milik sendiri. Akun, nomor, laptop, dan waktu pribadi. Jangan kirim dari email kantor, jangan di jam kerja, dan jangan memakai daftar kontak kantor.
  4. Siapkan satu halaman penawaran. Masalah yang Anda selesaikan, apa yang dikerjakan, berapa lama, dan satu harga. Cara menghitung harganya ada di Hitung harga jasa Anda.
  5. Kirim ke tiga orang dulu. Bukan ke semua kenalan. Tiga cukup untuk belajar dari balasannya.
  6. Catat setiap balasan. Siapa yang membalas, siapa yang mau bicara, dan apa pertanyaan mereka.

Batas aman

  • Tidak ada data, klien, atau dokumen kantor di dalam penawaran, contoh, maupun portofolio Anda.
  • Tidak menjanjikan jam kerja yang bertabrakan dengan jadwal kantor.
  • Kalau penerima ternyata berhubungan dengan kantor Anda, hentikan pembicaraannya dengan sopan. Satu klien tidak sebanding dengan pekerjaan utama.

Selesai kalau

Satu penawaran terkirim dari akun pribadi Anda, di luar jam kerja, ke orang yang tidak berhubungan dengan kantor, dengan harga tertulis di dalamnya.

Panduan ini bukan nasihat hukum. Kontrak kerja dan peraturan perusahaan Anda sendiri tetap menjadi pegangan utama.

Kembali ke laporan Anda