Kalau rencana penghasilan kedua tidak bergerak, godaan pertama adalah menyalahkan diri sendiri: kurang pintar, kurang rajin, kurang berani. Hampir selalu itu keliru. Yang menahan biasanya satu hambatan yang tidak terlihat, ditambah beberapa kebocoran kecil yang terus berjalan tanpa terasa.
Contoh: akar masalah Hendra
Hendra, 60 tahun (Contoh profil simulasi), punya bekal yang lengkap. Akar masalahnya ternyata sederhana: ia belum memasang harga sesuai nilai bekalnya. Tiga klien dengan harga Rp30 jt per klien sudah memberi Rp90 jt, jauh di atas targetnya Rp50 jt. Selama harga yang ia sebut masih rendah, jam kerjanya terasa penuh tetapi hasilnya tidak sepadan.
Tiga kebocoran yang paling sering
- Uang usaha dan rumah tangga di satu rekening. Pemasukan langsung terpakai sebelum terlihat sebagai hasil usaha. Tambalnya: satu rekening usaha terpisah.
- Jam kerja yang tidak ditagih. Bantuan kecil dan perbaikan di luar kesepakatan masuk tanpa tagihan. Tambalnya: catat setiap permintaan di luar kesepakatan, lalu tagih belakangan.
- Ongkos dan waktu perjalanan. Tiket, makan di jalan, dan waktu tempuh jarang masuk hitungan harga. Tambalnya: masukkan biaya kunjungan ke harga paket, atau ganti dengan pertemuan daring.
Empat langkah
- Tulis satu hal yang Anda rasa menahan. Tulis saja dulu, benar atau salah.
- Tanyakan "kenapa" tiga kali. Setiap jawaban biasanya bergeser dari soal diri ke soal cara: harga, jadwal, rekening, atau urutan pekerjaan.
- Periksa tiga kebocoran di atas. Tandai yang terjadi pada Anda minggu ini.
- Tambal satu kebocoran dan satu hambatan. Satu saja dulu untuk masing-masing, lalu lihat hasilnya di akhir minggu.
Selesai kalau
Satu akar masalah tertulis dalam satu kalimat tentang cara, bukan tentang diri Anda, dan satu kebocoran sudah punya tambalannya.
NEXPRO